21 December 2007

[tea-indonesia] Teh Hijau Singkirkan Kanker Prostat

     
     
Teh Hijau Singkirkan Kanker Prostat    
     
Tribun Kaltim. - Jumat, 21-12-2007 | 05:01:01  
 
 

      KHASIAT teh hijau sudah lama dikenal mujarab untuk mencegah
berbagai penyakit tak diundang. Dengan mereguk lima cangkir teh
hijau sehari, kanker prostat pun bisa berlalu. TIM peneliti dari
Kementerian Kesehatan Jepang telah menyurvei 49.920 pria berusia 40-
69 dalam kurun waktu 11 tahun hingga 14 tahun.

      Hasilnya, risiko berkembangnya kanker prostat 50 persen lebih
rendah bagi pria yang mereguk lima cangkir teh hijau atau lebih
dalam sehari, ketimbang pria yang minum kurang dari secangkir teh
hijau.

      "Zat catechin dalam teh hijau berkontribusi menekan risiko
dengan mengekang tingkat testosteron yang menjadi faktor risiko
kanker prostat," sebut tim peneliti dalam keterangan tertulis Pusat
Kanker Nasional seperti dilansir AFP, Kamis (27/12).

      Timbulnya kanker prostat lebih rendah di Asia ketimbang negara
barat. Asumsi para peneliti, ada kaitannya dengan konsumsi tinggi
teh hijau dalam masyarakat Asia.

      Meski rasanya pahit, tentu tak ada salahnya mereguk teh hijau
nan berkhasiat. Sluurrpp... Bye bye kanker prostat!
 

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Yahoo! Groups

Join a Health

& Fitness Group

or create your own.

.

__,_._,___

07 December 2007

[tea-indonesia] emergency food !

Dear Profesional,
Berikut adalah petikan informasi penting seputar isu emergency foods. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kemajuan industri dan perusahaan Bapak Ibu sekalian.
 
best regards,
 
Andang

Emergency Foods !
 
 
 
Bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan penderitaan yang mendalam bagi korban dan pengungsi.  Sebagai salah satu hak dasarnya, pengungsi dan korban bencana alam harus tetap mendapat asupan pangan yang layak dan memadai.  Dalam prakteknya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut, banyak lembaga-lembaga pemberi bantuan yang mendirikan dapur umum.  Menu yang disediakan di dapur umum biasanya disesuaikan dengan kebiasaan daerah pengungsi dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizinya.  Walau dalam kondisi penuh keterbatasan, masalah sanitasi dan kehigienisan dalam dapur umum harus tetap diperhatikan.  Sebab, jika tidak akan mengakibatkan bencana lain yang tidak kalah mengerikan, yaitu keracunan pangan. 

Kondisinya akan sangat berbeda dalam kondisi bencana yang terjadi secara tiba-tiba, dimana dapur umum tidak memungkinkan didirikan pada waktu tertentu.  Dalam hal ini, diperlukan desain pangan khusus yang bergizi dan praktis untuk didistribusikan serta dikonsumsi.   Dengan mencontoh meal ready to eat (MRE) yang dikembangkan untuk kepentingan militer, konsep high energy dense nutrition food merupakan solusi untuk mengatasi hal tersebut.  Saat ini, bentuk pangan yang banyak digunakan adalah biskuit dan energy bar.  Bahkan, bukan hanya untuk daerah bencana, konsep tersebut juga telah digunakan oleh banyak lembaga, seperti World Food Programme of United Nations (UN WFP) untuk mencapai daerah-daerah terpencil dalam mengatasi malnutrisi.  Di Indonesia, UNWFP bekerja sama dengan beberapa industri pangan Indonesia mengembangkan biskuit berfortifikasi dalam memerangi defisiensi zat gizi, terutama vitamin dan mineral.

Untuk melindungi emergency food products yang dalam distribusinya mungkin akan mendapat perlakuan dan kondisi yang "tidak ramah", teknologi proses seperti ekstrusi dan mikroenkapsulasi bisa menjadi pilihan. Selain itu, teknologi pengawetan seperti radiasi sinar gamma atau retort, serta pengemasan menggunakan fleksibel packaging bisa turut mendukung perlindungan tersebut.

Dalam edisi akhir tahun ini, FOODREVIEW INDONESIA  membahas berbagai informasi dan teknologi tersebut.  Pentingnya emergency foods bukan hanya ditinjau dari sisi bisnis, tetapi lebih dari itu, desain emergency foods penting sebagai wujud tanggung jawab sosial industri pangan dalam menyediakan kebutuhan pangan yang bermartabat bagi pengungsi dan masyarakat yang membutuhkan.
 
 
 
Informasi lebih jauh seputar 'Emergency Foods' dapat disimak di :
MAJALAH FOODREVIEW INDONESIA
Edisi Desember 2007
di toko-toko buku terkemuka di kota anda.
 
Untuk berlangganan, silakan menghubungi :
Didik/Tissa
FOODREVIEW INDONESIA
Telp. 0251-310441
SMS. 021-70219945
 

 


FOODREVIEW Indonesia
Jalan Wulung No.11, Perumahan Lampiri, Pakuan - Bogor 16143 - Indonesia
Mobile 08161852805
e-mail :andang@foodreview.biz


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___

06 December 2007

[tea-indonesia] Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?

 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 06, 2007 10:43 PM
Subject: [ppiindia] Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?

http://www.kompas.com/

*Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?*

Oleh : DR. Jansen Silalahi, staf pengajar Jurusan Farmasi FMIPA USU Medan

Hasil penelitian selama 20 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa senyawa
polifenol yang terdapat di dalam teh mampu mengurangi risiko kanker dan
penyakit jantung koroner.

Seduhan air daun teh (Camellia sinensis), telah dikonsumsi manusia sejak
dahulu kala. Teh mengandung banyak senyawa, termasuk campuran berbagai
senyawa polifenol yang diyakini memiliki potensi untuk meningkatkan
kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.

Sesudah air, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh manusia
dalam jumlah kira-kira 120 ml per kapita per hari. Ada dua bentuk produk
daun teh yang siap untuk dikonsumsi, yakni teh hitam dan teh hijau. Teh
hitam paling banyak dikonsumsi (80 persen) sedangkan teh hijau berkisar 20
persen saja.

Teh hitam biasanya dikonsumsi di negara-negara barat dan di beberapa negara
Asia, sedangkan teh hijau terutama dikonsumsi di Cina, Jepang, India dan
beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah. Teh hitam diolah dengan
cara yang berbeda dari teh hijau, sehingga kandungan kimianya berbeda pula.

Beda pengolahan
Pengolahan teh hijau dimulai dengan pemetikan daun teh hijau dan secepat
mungkin dipanaskan dengan uap untuk menonaktifkan enzim. Dengan demikian
proses fermentasi (peragian) dapat dicegah, kemudian dikeringkan. Teh hijau
mengandung epikatekin sebagai komponen polifenol utama, yang memiliki aroma
dan karakteristik dari teh hijau.

Sedangkan teh hitam pengolahannya dimulai dengan membiarkan daun teh segar
yang telah dipetik menjadi layu, sampai mencapai kadar air sekitar 55
persen dibandingkan dengan kadar air di dalam daun segar, sehingga terjadi
pemekatan dari polifenol di dalam daun teh.

Daun yang telah dilayukan kemudian digulung dan diremukkan, untuk memulai
proses fermentasi dari senyawa-senyawa polifenol. Proses ini akan
memungkinkan terjadinya reaksi oksidasi dari polifenol secara enzimatik oleh
enzim polifenoloksidase.

Selama proses fermentasi, katekin diubah menjadi theaflavin dan thearubigin.
Komposisi kimia dari teh hijau sama dengan daun teh segar. Teh hijau
mengandung senyawa-senyawa polifenol yang terdiri dari flavonol, flavandiol,
flavonoida dan asam-asam fenolat yang diperkirakan 30 persen dari berat
kering daun teh hijau.

Umumnya senyawa polifenol di dalam teh hijau adalah kelompok flavonol yang
dikenal sebagai katekin yang terdiri dari epikatekin, epikatekin-3-gallat,
epigallokatekin dan epigallokatekin-3-gallat (EGKG). Di dalam teh hitam,
polifenol utama adalah theaflavin dan theatrubigin.

Unggul teh hijau
Polifenol teh hijau jauh lebih berperan untuk mencegah terjadinya kanker
dibandingkan polifenol teh hitam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada
binatang percobaan polifenol teh terutama mencegah terjadinya kanker yang
ditimbulkan oleh zat-zat kimia (karsinogen) dan kanker kulit karena radiasi
sinar ultraviolet.

Penyakit kanker karena zat-zat kimia dapat dicegah dengan mengkonsumsi the.
Kanker tersebut meliputi kanker paru-paru, lambung, kerongkongan, usus
duabelas jari, pankreas, hati, payudara, usus besar dan kulit.

Relevansi informasi hasil percobaan pada hewan ini terhadap kesehatan
manusia, dapat dikonfirmasi melalui observasi epidemiologis, terutama pada
penduduk yang tinggi risiko penyakit kankernya.

Umumnya sifat protektif teh hijau terhadap kanker diperankan oleh polifenol
utama di dalam teh hijau, yakni EGKG. Di Amerika, ekstrak teh hijau sudah
ada yang dimasukkan ke dalam berbagai produk seperti shampo, krim, minuman,
kosmetik, es krim dan lain-lain yang tersedia di grosir dan apotik-apotik.

Konsumsi teh hijau juga dapat mencegah terjadinya kanker melalui peningkatan
efek penghambatan tumor dari doxorubicin pada binatang percobaan. Pemberian
teh hijau akan menaikkan konsentrasi doxorubicin hanya di dalam jaringan
tumor, tetapi tidak di dalam jaringan normal.

Polifenol teh hijau umumnya juga akan meningkatkan aktivitas enzim-enzim
yang berperan dalam proses detoksifikasi, seperti glutation-S-transferase
(GST), yang berfungsi untuk menonaktifkan karsinogen dan mengeluarkannya
dari tubuh. Jika fakta ini dapat dibuktikan pada manusia, maka teh hijau
mempunyai prospek yang baik sebagai kemoterapi kanker. @

Sumber: Gaya Hidup Sehat

[Non-text portions of this message have been removed]


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.15/1173 - Release Date: 05/12/2007 21:29

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Connect w/Parents

on Yahoo! Groups

Get support and

share information.

.

__,_._,___