06 December 2007

[tea-indonesia] Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?

 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 06, 2007 10:43 PM
Subject: [ppiindia] Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?

http://www.kompas.com/

*Teh Hijau Berfungsi Kemoterapi?*

Oleh : DR. Jansen Silalahi, staf pengajar Jurusan Farmasi FMIPA USU Medan

Hasil penelitian selama 20 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa senyawa
polifenol yang terdapat di dalam teh mampu mengurangi risiko kanker dan
penyakit jantung koroner.

Seduhan air daun teh (Camellia sinensis), telah dikonsumsi manusia sejak
dahulu kala. Teh mengandung banyak senyawa, termasuk campuran berbagai
senyawa polifenol yang diyakini memiliki potensi untuk meningkatkan
kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.

Sesudah air, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh manusia
dalam jumlah kira-kira 120 ml per kapita per hari. Ada dua bentuk produk
daun teh yang siap untuk dikonsumsi, yakni teh hitam dan teh hijau. Teh
hitam paling banyak dikonsumsi (80 persen) sedangkan teh hijau berkisar 20
persen saja.

Teh hitam biasanya dikonsumsi di negara-negara barat dan di beberapa negara
Asia, sedangkan teh hijau terutama dikonsumsi di Cina, Jepang, India dan
beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah. Teh hitam diolah dengan
cara yang berbeda dari teh hijau, sehingga kandungan kimianya berbeda pula.

Beda pengolahan
Pengolahan teh hijau dimulai dengan pemetikan daun teh hijau dan secepat
mungkin dipanaskan dengan uap untuk menonaktifkan enzim. Dengan demikian
proses fermentasi (peragian) dapat dicegah, kemudian dikeringkan. Teh hijau
mengandung epikatekin sebagai komponen polifenol utama, yang memiliki aroma
dan karakteristik dari teh hijau.

Sedangkan teh hitam pengolahannya dimulai dengan membiarkan daun teh segar
yang telah dipetik menjadi layu, sampai mencapai kadar air sekitar 55
persen dibandingkan dengan kadar air di dalam daun segar, sehingga terjadi
pemekatan dari polifenol di dalam daun teh.

Daun yang telah dilayukan kemudian digulung dan diremukkan, untuk memulai
proses fermentasi dari senyawa-senyawa polifenol. Proses ini akan
memungkinkan terjadinya reaksi oksidasi dari polifenol secara enzimatik oleh
enzim polifenoloksidase.

Selama proses fermentasi, katekin diubah menjadi theaflavin dan thearubigin.
Komposisi kimia dari teh hijau sama dengan daun teh segar. Teh hijau
mengandung senyawa-senyawa polifenol yang terdiri dari flavonol, flavandiol,
flavonoida dan asam-asam fenolat yang diperkirakan 30 persen dari berat
kering daun teh hijau.

Umumnya senyawa polifenol di dalam teh hijau adalah kelompok flavonol yang
dikenal sebagai katekin yang terdiri dari epikatekin, epikatekin-3-gallat,
epigallokatekin dan epigallokatekin-3-gallat (EGKG). Di dalam teh hitam,
polifenol utama adalah theaflavin dan theatrubigin.

Unggul teh hijau
Polifenol teh hijau jauh lebih berperan untuk mencegah terjadinya kanker
dibandingkan polifenol teh hitam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada
binatang percobaan polifenol teh terutama mencegah terjadinya kanker yang
ditimbulkan oleh zat-zat kimia (karsinogen) dan kanker kulit karena radiasi
sinar ultraviolet.

Penyakit kanker karena zat-zat kimia dapat dicegah dengan mengkonsumsi the.
Kanker tersebut meliputi kanker paru-paru, lambung, kerongkongan, usus
duabelas jari, pankreas, hati, payudara, usus besar dan kulit.

Relevansi informasi hasil percobaan pada hewan ini terhadap kesehatan
manusia, dapat dikonfirmasi melalui observasi epidemiologis, terutama pada
penduduk yang tinggi risiko penyakit kankernya.

Umumnya sifat protektif teh hijau terhadap kanker diperankan oleh polifenol
utama di dalam teh hijau, yakni EGKG. Di Amerika, ekstrak teh hijau sudah
ada yang dimasukkan ke dalam berbagai produk seperti shampo, krim, minuman,
kosmetik, es krim dan lain-lain yang tersedia di grosir dan apotik-apotik.

Konsumsi teh hijau juga dapat mencegah terjadinya kanker melalui peningkatan
efek penghambatan tumor dari doxorubicin pada binatang percobaan. Pemberian
teh hijau akan menaikkan konsentrasi doxorubicin hanya di dalam jaringan
tumor, tetapi tidak di dalam jaringan normal.

Polifenol teh hijau umumnya juga akan meningkatkan aktivitas enzim-enzim
yang berperan dalam proses detoksifikasi, seperti glutation-S-transferase
(GST), yang berfungsi untuk menonaktifkan karsinogen dan mengeluarkannya
dari tubuh. Jika fakta ini dapat dibuktikan pada manusia, maka teh hijau
mempunyai prospek yang baik sebagai kemoterapi kanker. @

Sumber: Gaya Hidup Sehat

[Non-text portions of this message have been removed]


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.15/1173 - Release Date: 05/12/2007 21:29

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Yahoo! Groups

Find Green Groups

Share with others

Help the Planet.

Connect w/Parents

on Yahoo! Groups

Get support and

share information.

.

__,_._,___

0 comments: