07 December 2007

[tea-indonesia] emergency food !

Dear Profesional,
Berikut adalah petikan informasi penting seputar isu emergency foods. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kemajuan industri dan perusahaan Bapak Ibu sekalian.
 
best regards,
 
Andang

Emergency Foods !
 
 
 
Bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan penderitaan yang mendalam bagi korban dan pengungsi.  Sebagai salah satu hak dasarnya, pengungsi dan korban bencana alam harus tetap mendapat asupan pangan yang layak dan memadai.  Dalam prakteknya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut, banyak lembaga-lembaga pemberi bantuan yang mendirikan dapur umum.  Menu yang disediakan di dapur umum biasanya disesuaikan dengan kebiasaan daerah pengungsi dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizinya.  Walau dalam kondisi penuh keterbatasan, masalah sanitasi dan kehigienisan dalam dapur umum harus tetap diperhatikan.  Sebab, jika tidak akan mengakibatkan bencana lain yang tidak kalah mengerikan, yaitu keracunan pangan. 

Kondisinya akan sangat berbeda dalam kondisi bencana yang terjadi secara tiba-tiba, dimana dapur umum tidak memungkinkan didirikan pada waktu tertentu.  Dalam hal ini, diperlukan desain pangan khusus yang bergizi dan praktis untuk didistribusikan serta dikonsumsi.   Dengan mencontoh meal ready to eat (MRE) yang dikembangkan untuk kepentingan militer, konsep high energy dense nutrition food merupakan solusi untuk mengatasi hal tersebut.  Saat ini, bentuk pangan yang banyak digunakan adalah biskuit dan energy bar.  Bahkan, bukan hanya untuk daerah bencana, konsep tersebut juga telah digunakan oleh banyak lembaga, seperti World Food Programme of United Nations (UN WFP) untuk mencapai daerah-daerah terpencil dalam mengatasi malnutrisi.  Di Indonesia, UNWFP bekerja sama dengan beberapa industri pangan Indonesia mengembangkan biskuit berfortifikasi dalam memerangi defisiensi zat gizi, terutama vitamin dan mineral.

Untuk melindungi emergency food products yang dalam distribusinya mungkin akan mendapat perlakuan dan kondisi yang "tidak ramah", teknologi proses seperti ekstrusi dan mikroenkapsulasi bisa menjadi pilihan. Selain itu, teknologi pengawetan seperti radiasi sinar gamma atau retort, serta pengemasan menggunakan fleksibel packaging bisa turut mendukung perlindungan tersebut.

Dalam edisi akhir tahun ini, FOODREVIEW INDONESIA  membahas berbagai informasi dan teknologi tersebut.  Pentingnya emergency foods bukan hanya ditinjau dari sisi bisnis, tetapi lebih dari itu, desain emergency foods penting sebagai wujud tanggung jawab sosial industri pangan dalam menyediakan kebutuhan pangan yang bermartabat bagi pengungsi dan masyarakat yang membutuhkan.
 
 
 
Informasi lebih jauh seputar 'Emergency Foods' dapat disimak di :
MAJALAH FOODREVIEW INDONESIA
Edisi Desember 2007
di toko-toko buku terkemuka di kota anda.
 
Untuk berlangganan, silakan menghubungi :
Didik/Tissa
FOODREVIEW INDONESIA
Telp. 0251-310441
SMS. 021-70219945
 

 


FOODREVIEW Indonesia
Jalan Wulung No.11, Perumahan Lampiri, Pakuan - Bogor 16143 - Indonesia
Mobile 08161852805
e-mail :andang@foodreview.biz


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

__._,_.___
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Sitebuilder

Build a web site

quickly & easily

with Sitebuilder.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___

0 comments: